15.6.10

my last debate competition in SHS

I love debate. Jadi inget jaman kelas satu pas MOS disekolah. Tiba-tiba dipagi hari yang masih gelap, terdengar suara dari mikrofon aula, “Natasya Datunsolang diharapkan untuk maju kedepan, menyampaikan speech dalam bahasa inggris” gubrak. Sumpah, kalo ada sesi foto, muka gue udah pucet banget. Speech diatas panggung? Ngomongin apa? Pas SMP aja, gue masih bingung ngebedain tenses-tenses yang ada, dan sekarang disuruh speech? Adanya gue Cuma hapal pidato gue waktu SD tentang Agropolitan, tapi itu udah lama banget.. gue lupa. Gue lirik kiri kanan, gue berdiri dan jalan sambil menundukkan kepala. Tuh kan, firasat gue emang udah ga enak, pas PMB post English, salah satu kakak kelas yang rada resek nanya macam2 ke gue.. dan imbasnya ke hari ini.
Sampe diatas panggung, gue nanya lagi ke gurunya yang manggil,
Gue: “Mau speech apa pak?”
Si bapak: “udah, kamu ngomong aja.. pasti bisa kok..”
(glek. Mampus gue.. gue ambil mikrofon dari si bapak guru itu, dan liat ke depan. Buset, semuanya pada diem.. peserta mos yang lain masih nunggu gue pengen ngomong apa..)
Gue: “Hi everybody. My name is Natasya Linsie Corona Datunsolang. But you can call me Tasya. I was born in Gorontalo, November 9th 1993. I come from SMP Negeri 1 Gorontalo”
Titik. Itu doang. Gue liat lagi ke guru yang masih berdiri disebelah gue, yang berharap masih ada yang pengen gue omongin. Tapi tidak. Hanya itu doang yang gue speech. Itu mah, bukan speech, tapi introduce doang… sejak hari itu, setiap kali ketemu kakak kelas panitia MOS, raut wajah mereka pada aneh, dan bilang, “oh ini, si murid baru yang Cuma introduce doang?”

Waktu berjalan dengan baik, sampai suatu hari gue dipanggil buat ikutan seleksi debater untuk ISDC 2009. Gue mah belum ngerti sama debate itu apa, rulesnya kayak gimana. Pas seleksi, gue Cuma disuruh ngedescribe sosok Obama seperti apa, kita juga dikasih satu tema buat dibicarain dalam bahasa inggris. Dan sumpah, moment itulah pertama kali gue sadar kalo English bener2 asik, dan gue serasa diberikan kekuatan dan mental baja buat ngeasah kemampuan gue. Gue pun bertekad untuk jadi “DEBATERS”
Sayangnya, seleksi ISDC 2009 gue hanya masuk tim cadangan doang. Tapi, itu gak buat gue nyerah. Tumben juga, kali ini gue semangat banget belajar English. Referensi buku2 english, mulai dari tenses dan novel2 kayak Philophobia yang menemani gue dalam tahap penyempurnaan jadi Debaters. Setiap hari, gue speaking bareng Anades, ngebahas topik2, ikutan kelas speaking, dan usaha gue membuahkan hasil.
Seleksi ISDC 2010 kemarin, gue termasuk salah satu delegasi Gorontalo ke NSDC 2010. And, NSDC 2010 is the greatest moment that I will never forget.. although, we still need to explore and training our skill, but that was give me more spirit to be more better than good.
Dan tibalah senin kemarin, my last debate competition in SHS. Salah satu kegiatan sekolah yang diadakan MAN Insan Cendekia, dan salah satunya adalah debate competition. Walaupun hasil kemarin, tim gue dapat urutan kedua, but it’s okay. I will miss to debate anymore. Debate is my turn point of my life. And with debate, I could be like this.. Thanks God..

(reuni dadakan bareng anak-anak 9-2 di MAN IC)
kiri-kanan: dahlia, andini, gue, feikar, andika, arasy

12.6.10

two months ago

Hai guys.. hm, sumpah udah lama banget gue gak ngeblogging lagi.. padahal dalam 2 bulan terakhir ada banyak banget pengalaman dan cerita yang mestinya gue share disini.. tapi, kabar duka duluan datang dan gue gak bisa berbuat apa-apa lagi, apa mau dikata, laptop sebagai salah satu media gue buat ngeshare chargernya lagi bermasalah.. dan orang tua gue belum menunjukkan tanda-tanda pengen dibaekin tu charge.. berbulan-bulan gue sabar banget ngelus-ngelus, ngegoyang-goyang tu charge biar laptop gue dapat asupan listrik yang cukup, eh, kemarin pas gue ke servis IT, kata simas-mas disana, laptop gue gak bakalan bisa hidup kalo chargeny ga diganti. Gue sampe nangis Bombay ngeratapin tu laptop ga bisa gue puterin lagu-lagu mellow kalo gue lagi sedih, ga bisa nulis, ga bisa ngapa-ngapain.. begitulah singkat cerita kenapa gue dua bulan terakhir menghilang..
Oh ya, bulan april kemarin tepatnya tanggal 19 april sampe tanggal 25 april gue, rifi dan dahlia akhirnya berangkat ke Jakarta as delegation from Gorontalo to NSDC 2010. Oh no, I really grateful because God had given me the greatest moments that I wouldn’t forget, sweet disposition and paparazzi, 2 songs that have changed my life and exactly my friends.. Even one weeks weren’t enough to know each other with them.. I love debate. And I love English. I couldn’t be like here if I weren’t join in debate club. :D
Before I went to Jakarta, I’ve believed that for the debaters that didn’t go to NSDC 2010 also would take their chance to go in somewhere place with another experience. I also hope that my friends were going to have this feel, and they are now… and I have decided to focus for my future. Yes, like Raditya Dika said in Bukan Binatang Biasa, the turn point of live when we enroll university, so prepare you self as much as you can.